{"id":240,"date":"2025-11-10T21:13:48","date_gmt":"2025-11-10T14:13:48","guid":{"rendered":"https:\/\/suraurakyat.com\/?p=240"},"modified":"2025-11-10T21:13:48","modified_gmt":"2025-11-10T14:13:48","slug":"tiga-sajak-di-tengah-kemelut","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/suraurakyat.com\/index.php\/2025\/11\/10\/tiga-sajak-di-tengah-kemelut\/","title":{"rendered":"Tiga Sajak di Tengah Kemelut"},"content":{"rendered":"<p>Di tengah ke-<em>riweuh<\/em>-an dunianya, Barr\u0101 tetap menyempatkan waktu untuk jatuh cinta. Tapi ia memilih untuk tenang dan tidak terburu-buru. Berikut kumpulan hurufnya yang sedang bergelut di pikiran dan perasaan.<\/p>\n<p>I<\/p>\n<p>Aku sedang baik-baik saja,<br \/>\nlalu sepasang matamu<br \/>\nmenyelundup ke dalam dadaku<br \/>\nseperti maling yang malas kabur.<\/p>\n<p>Apa ini cinta?<br \/>\nAh, jangan konyol.<br \/>\nIni cuma aku yang terlalu gampang<br \/>\njatuh pada sesuatu yang mustahil.<\/p>\n<p>Kau lewat begitu saja,<br \/>\ndan aku merasa seakan<br \/>\nseluruh bahasa di kepalaku<br \/>\nberubah jadi berita kriminal.<\/p>\n<p>&#8220;Hei, itu tipeku banget!&#8221;<br \/>\nkataku sambil tertawa,<br \/>\nseperti anak kecil menemukan permen<br \/>\ndi kantong celana ayahnya.<\/p>\n<p>Tapi biarkanlah,<br \/>\nbiarkan rasa ini jadi benih liar<br \/>\ntumbuh entah di kebun siapa,<br \/>\nakar-akarnya bisa saja menusuk<br \/>\nke arah yang tidak pernah kita kira.<\/p>\n<p>Kalau memang benar,<br \/>\nmaka aku tidak perlu jatuh cinta.<br \/>\nCukup biarkan aku<br \/>\nterjatuh sekali lagi<br \/>\nke dalam puisi.<\/p>\n<p>II<\/p>\n<p>Barangkali,<br \/>\nsuatu hari nanti,<br \/>\nkau membaca ini sambil tersenyum kecil<br \/>\ntanpa tahu bahwa setiap jeda dan titik<br \/>\nadalah jarak yang kutempuh<br \/>\nuntuk tidak menyebut namamu.<\/p>\n<p>Aku pernah mencoba melupakan,<br \/>\ntapi ingatan bekerja seperti hujan:<br \/>\nturun tanpa permisi,<br \/>\nmembasahi hal-hal yang ingin kusimpan tetap kering.<br \/>\nAku hanya bisa menampungnya<br \/>\ndalam kata-kata yang tidak pernah selesai.<\/p>\n<p>Kadang aku bertanya,<br \/>\napakah perasaan harus selalu punya tujuan?<br \/>\nSebab yang kutahu,<br \/>\nada langkah yang diciptakan<br \/>\nbukan untuk sampai,<br \/>\nmelainkan untuk menjaga dada tetap berdetak<br \/>\nmeski perlahan, meski tersesat.<\/p>\n<p>Jika rasa ini berlebihan,<br \/>\nbiarkan saja,<br \/>\nseperti sungai kecil yang menolak diam<br \/>\nmeski musim sudah tak berpihak.<br \/>\nBiarkan ia mengalir<br \/>\nke celah-celah yang bahkan tak kukenali,<br \/>\nmembasuh ruang yang selama ini kupura-pura luka.<\/p>\n<p>Kalaupun pada akhirnya<br \/>\nkau tetap tidak menoleh,<br \/>\naku tak apa.<br \/>\nAku sudah terbiasa berjalan sendirian<br \/>\nsambil membawa bayanganmu<br \/>\nseperti buku usang<br \/>\nyang tetap kubawa ke mana-mana<br \/>\nmeski tak pernah kubuka lagi.<\/p>\n<p>Sebab bagiku,<br \/>\njatuh cinta hanya perkara singkat,<br \/>\ntapi merawat rasa<br \/>\nadalah kerja panjang<br \/>\nyang tidak pernah minta imbalan.<\/p>\n<p>Maka biarkan aku,<br \/>\nuntuk kesekian kali,<br \/>\nterjerembab tanpa malu<br \/>\nke dalam kata-kata yang menghidupkanku.<br \/>\nSebab dari semua hal yang mungkin hilang,<br \/>\npuisi selalu tahu jalan pulang.<\/p>\n<p>III<\/p>\n<p>Atau mungkin,<br \/>\ntanpa kita sadari,<br \/>\nrasa ini sedang tumbuh dengan caranya sendiri<br \/>\npelan, jujur, dan tidak terburu-buru.<br \/>\nSeperti pagi yang datang<br \/>\ntanpa pernah gagal memberi terang.<\/p>\n<p>Aku mulai mengerti,<br \/>\nbahwa tidak semua pertemuan harus melukai.<br \/>\nAda yang hadir justru untuk membuat langkah<br \/>\nterasa lebih ringan,<br \/>\nmembuat hari yang biasa<br \/>\nmendadak berbunga di sudut-sudutnya.<\/p>\n<p>Jika nanti aku kembali melihatmu,<br \/>\nbiarkan aku sekadar tersenyum,<br \/>\nmengirimkan doa paling sederhana<br \/>\nagar hidupmu luas,<br \/>\ndan hatimu tetap menjadi rumah<br \/>\nbagi hal-hal baik yang menunggu tumbuh.<\/p>\n<p>Mungkin ini bukan cinta,<br \/>\natau mungkin memang iya<br \/>\ntapi apa pun namanya,<br \/>\naku ingin merawatnya<br \/>\nseperti merawat matahari sore:<br \/>\ncukup dilihat,<br \/>\ncukup disyukuri,<br \/>\ntanpa perlu digenggam agar tidak padam.<\/p>\n<p>Jika suatu saat<br \/>\nkita berjalan berdampingan,<br \/>\nbiarkan semuanya terjadi dengan wajar,<br \/>\nseperti bunga liar yang tumbuh<br \/>\nbukan karena disuruh,<br \/>\nmelainkan karena semesta mengizinkannya.<\/p>\n<p>Untuk sekarang,<br \/>\naku memilih bahagia.<br \/>\nMemilih merasa ringan.<br \/>\nMemilih percaya<br \/>\nbahwa beberapa perasaan<br \/>\nmemang diciptakan<br \/>\nuntuk membawa kita<br \/>\nmenemukan diri sendiri.<\/p>\n<p>***<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>_________________________<br \/>\nTentang penulis:<\/p>\n<p><strong>Barr\u0101.<\/strong> Seorang penulis muda yang merawat ingatan dan perlawanan melalui cerita. Ia menulis sajak tentang manusia, luka, dan harapan yang tumbuh pelan-pelan di antara keduanya.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Jika suatu saat<br \/>\nkita berjalan berdampingan,<br \/>\nbiarkan semuanya terjadi dengan wajar,<br \/>\nseperti bunga liar yang tumbuh<br \/>\nbukan karena disuruh,<br \/>\nmelainkan karena semesta mengizinkannya.<\/p>\n<p>Untuk sekarang,<br \/>\naku memilih bahagia.<br \/>\nMemilih merasa ringan.<br \/>\nMemilih percaya<br \/>\n~Barr\u0101, 2025.<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":241,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"footnotes":""},"categories":[35,6],"tags":[118,119,32],"class_list":["post-240","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-puisi","category-sastra","tag-barra","tag-cinta","tag-sajak"],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/suraurakyat.com\/wp-content\/uploads\/2025\/11\/handmade_downscaled_h_8ps9qd02lxn_2000x2000__97229.jpg","jetpack_sharing_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/suraurakyat.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/240","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/suraurakyat.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/suraurakyat.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/suraurakyat.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/suraurakyat.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=240"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/suraurakyat.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/240\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":242,"href":"https:\/\/suraurakyat.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/240\/revisions\/242"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/suraurakyat.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/241"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/suraurakyat.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=240"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/suraurakyat.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=240"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/suraurakyat.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=240"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}