Di tengah arus migrasi yang makin besar dan pasar budaya global yang semakin cair, nilai bahasa Indonesia justru makin terasa. Kata-kata yang dibawa diaspora bukan sekadar tuturan, melainkan modal yang memungkinkan mereka menjejak dunia sembari tetap terhubung dengan tanah asal dan lidah ibu mereka. ~ Naely Haq, 2025
-
-
Warga yang hidup di masa itu, menyebut Tjin Hwat adalah seorang tabib atau penyembuh dermawan yang berjualan Mie Ongklok untuk memenuhi kebutuhannya. Mengingat Tjin Hwat tidak pernah memungut ongkos pada orang yang datang berobat padanya. Di era itu, belum ada gerobak dorong sehingga banyak makanan panas harus dijajakan dengan Pikulan (Hik). Pikulan itu memuat alat masak berupa tungku atau anglo dengan arang, air, dan semua bahan makanan lain yang dibutuhkan. ~Erwin Abdillah, 2025.