• Spiritua

    Membaca Ulang Kemenangan di Hari Idul Fitri

    Jika Idul Fitri dimaknai sebagai kemenangan, maka kemenangan itu seharusnya juga mencakup upaya melawan bentuk-bentuk ketidakadilan tersebut. Kemenangan tidak hanya diukur dari keberhasilan menahan lapar dan dahaga, tetapi juga dari keberanian untuk memperjuangkan keadilan sosial. ~ Hamdan Abror, 2026.

  • Cerpen - Folklore - Sastra - Sejarah Budaya

    Bundengan Kyai Surung

    Sembari membetulkan pengikat kowangan dari ijuk yang mulai lepas, Kyai Surung berpikir keras, bagaimana caranya mengajak para petani untuk melawan Belanda yang selalu membodohi warga. Sesekali dahinya berkerut, tanda beliau sedang berpikir. Tatapan matanya jauh ke depan, memandang padi yang telah menguning dan sebentar lagi siap dipanen. ~ Tamanna Azmi Azzahra, 2019.

  • Buku - Pergerakan - Sospol - Spiritua

    Membebaskan Logika dari Belenggu Mistisisme

    Dengan demikian, pembebasan logika dari mistisisme adalah langkah strategis menuju kemerdekaan intelektual, sosial, dan politik. Logika, sains, dan moralitas harus berjalan seiring untuk membentuk masyarakat yang kritis, rasional, dan beradab. Liberasi intelektual ini bukan sekadar kebutuhan akademik, tetapi kebutuhan mendesak bagi generasi sekarang agar mampu menghadapi tantangan global, menjaga identitas budaya, dan membangun masa depan yang adil dan sejahtera. Masyarakat yang berpikir kritis akan mampu menilai realitas, mengambil keputusan berbasis fakta, dan menciptakan perubahan yang nyata tanpa terperangkap oleh dogma, mistisisme, atau manipulasi ideologis. ~ Hamdan Abror, 2026.

  • Agroekologi - Pergerakan - Sospol

    Jika Ini Disebut “Salah Jalan”, Petani Sudah Lama Tidak Punya Jalan: Menegaskan Kembali Paradoks Kesejahteraan Petani Wonosobo

    Dalam ekonomi politik, nilai (value) tidak pernah bebas nilai (value-free). Ketika teknokrasi ekonomi menemui jalan buntu dalam mendistribusikan keadilan, agama hadir menawarkan basis moral untuk merombak struktur. Konsep Adil dan Maslahah adalah tuntutan agar negara tidak bertindak sekadar sebagai "penjaga malam" bagi pasar bebas, tetapi sebagai intervensionis yang berpihak pada mustadh'afin. ~ Ahmadnsh, 2026.

  • Buku - Pergerakan - Spiritua

    Menjadi Rausyan Fikr: Agama Tidak Pernah Netral dalam Politik Kekuasaan

    Pada akhirnya, konsep Rausyan fikr yang ditawarkan Syari’ati bukanlah status sosial atau identitas eksklusif. Ia adalah komitmen yang terus diperbarui. Komitmen untuk belajar, berpikir kritis, dan berpihak pada mereka yang tertindas. Dalam dunia yang semakin kompleks dan penuh kepentingan, pesan Syari’ati tetap sederhana sekaligus radikal. Intelektual sejati adalah mereka yang menyatukan nalar dan tindakan, pengetahuan dan keberanian, serta agama dan perjuangan kemanusiaan. ~ Hamdan Abror, 2025.

  • Cerpen - Folklore - Sastra

    Toh Abang dan Propaganda Jepang,  Latar Takdir Kaito dan Jariyah

    Di daerah perbatasan Magelang, tepatnya di sekitar kawasan Kaliangkrik, seorang prajurit Jepang bernama Kaito mengemban tugas propaganda itu. Pangkatnya di Sendenbu tidak diketahui dengan pasti, namun bisa disetarakan sekelas prajurit satu atau tamtama. Dalam kesehariannya, Kaito yang ramah kerap berinteraksi dengan masyarakat sekitar, termasuk para pedagang pribumi. Salah satu pedagang yang cukup akrab dengan Kaito adalah... ~ Gena Sugito, 2025

  • Cerpen - Folklore - Sastra - Seri

    Surawana, Pendekar Mbejujag dari Lereng Bismo

    Bisa dibilang, Surawana adalah pencuri yang cerdik, hingga sulit untuk ditangkap apalagi banyak cara mencurinya yang misterius. Berkebalikan dengan ketenarannya, ternyata Surawana adalah seorang pemuda bertubuh kecil namun lincah. Berbeda dengan bayangan orang-orang yang menggambarkan Surawana bertubuh kekar dan besar serta menakutkan. Namun apes juga pernah dialami Surawana hingga suatu saat ditangkap.. ~ Wahyu Cahyo Agung (2019)

  • Buku - Pergerakan - Sastra

    Reset Indonesia, Buku yang Membantu Menata Kebijakan, Mulai dari Cara Pikir

    Sudut pandang dari tiga generasi menjadikan judul-judul yang diangkat di buku ini sangat ramah dengan segmen pembaca. Jika disarikan dalam sedikit kata, buku ini mungkin berisi keresahan dan jawaban. Tentunya keempat penulis bukanlah ahli di banyak bidang, namun pengalaman mereka memberikan akses untuk mendapatkan informasi terkait masalah yang mereka lihat secara langsung. ~ Erwin Abdillah, 2025

  • Pergerakan - Sosial

    Nahdlatul Ulama dari Luar: Mengurai Reaksi Publik

    Pada akhirnya, segala macam dinamika yang terjadi tetaplah menjadi fakta sejarah yang mungkin akan terlupakan atau tetap tercatat dan diingat oleh manusia. Tetapi, proses hari-hari ini ditentukan oleh respon kita yang kemudian berwujud menjadi suatu tindakan. NU tidak akan runtuh hanya karena masalah besar yang menerpa, tetapi justru berasal dari masalah-masalah kecil yang berubah wujud menjadi kebiasaan, menjelma menjadi sesuatu yang lumrah kemudian berubah menjadi karakter yang tidak siap menjawab tantangan zaman. ~ Yoga Aditya L, 2025.

  • Pergerakan - Politik - Sosial - Spiritua

    NU di Simpang Kekuasaan: Ketika Risalah Syuriah Membelah Jalan Jam’iyah

    Mungkin, krisis hari ini memang harus terjadi. Ia memaksa NU bercermin, menilai dirinya, dan menentukan ulang orientasi zaman. Jika risalah Syuriah adalah alarm, maka konflik ini adalah kesempatan: kesempatan untuk menata ulang hubungan tradisi–modernitas dalam tubuh NU, kesempatan untuk memperjelas batas antara diplomasi dan kompromi, kesempatan untuk menyaring kembali mana yang barakah dan mana yang hanya gemerlap global. ~ Fairouza, 2025.