Bisa dibilang, Surawana adalah pencuri yang cerdik, hingga sulit untuk ditangkap apalagi banyak cara mencurinya yang misterius. Berkebalikan dengan ketenarannya, ternyata Surawana adalah seorang pemuda bertubuh kecil namun lincah. Berbeda dengan bayangan orang-orang yang menggambarkan Surawana bertubuh kekar dan besar serta menakutkan. Namun apes juga pernah dialami Surawana hingga suatu saat ditangkap.. ~ Wahyu Cahyo Agung (2019)
-
-
Metode yang dipakai untuk menghancurkan mereka masih sama, politik pecah belah. Di masa kerajaan, VOC akan condong ke salah satu pihak penerus keraton hingga ia menjadi raja. Lalu memecah belah kekuasaan di daerah bawah. Lalu jika membaca kembali Metode Jakarta, CIA akan mengambil salah satu pihak yang diasuh sebagai anak emas mereka, lalu dilatih dan diluncurkan sebagai pahlawan. Masih sama dengan operasi proksi militer dan operasi ekonomi, semuanya tidak berbeda dengan taktik "Kuda Troya" di kisah mitologi Yunani. ~ Erwin Abdillah, 2025.
-
Bagian 4 dari Seri Pergerakan di Indonesia: Mimpi Pembebasan Diri dan Bangsa dari Imperialisme. Sebelum Soeharto menyatakan berhenti sebagai presiden, beberapa rentetan kejadian hampir sama dengan pola yang terjadi pada 1965-1966, namun kali ini subjeknya adalah Soeharto sendiri. 21 Mei 1998 Soeharto menyatakan mundur tepat pada 9.05 WIB soeharto resmi menyatakan berhenti sebagai presiden dan wapres Habibie dilantik gantikan Soeharto. Sisanya adalah Sejarah yang kita tahu. Pengulangan lain seperti peristiwa Semanggi 1 dan 2. Lalu 27 tahun kemudian kita masih melihat langsung peristiwa stadion Kanjuruhan hingga tragedi terbunuhnya Affan (Agustus 2025). ~ Erwin Abdillah, Pengulangan Metode & Peristiwa kunci Reformasi ‘98.
-
Saya senang mendengar kisah terbaik yang Sutomo pilih malam itu. Windusari yang kehilangan cinta justru menciptakan cinta lebih besar dari apapun sekalipun ia pergi entah kemana. Makamnya kini, kata Tomo, bila berkunjung ke sana pasti dapat cerita tentang gambar sapi putih di batu hitam yang sudah hilang akibat tersambar petir. Setiap Jum’at Kliwon, sapi itu akan mengebuh keras-keras dan jika ada yang mendengar lalu iseng menjawabnya, sapi bakal gila. ~ Rossihan Anwar, Windusari Tanpa Pernikahan.
-
Yang paling masyhur, sesepuh Wadaslintang menuturkan betapa berjasa leluhur mereka ikut berontak pajak pada masa Perang Jawa. Hari ini, Dusun Cangkring akan sangat terbuka terhadap berbagai polemik kebenaran cerita ini bahwa pasukan Pangeran Diponegoro terdampar pada 1827. Argumen paling masuk akal adalah rute sebelum pasukan terdampar di Dusun Cangkring. ~ Rossihan Anwar, Wadaslintang.
-
Sutomo berhenti cerita ketika rokok klembak miliknya terberai di permukaan asbak kayu. Tergesa ia meraih segelas air hangat lekas meneguknya sedikit. Kakek usia 77 seperti Tomo terbilang beruntung dari teman-teman seusianya telah mati. Pertama, kerusuhan Pemilu 1955 dan peristiwa 1965-1966. “Saya tidak pernah ikut-ikutan politik,” sambungnya, “atau bisa jadi selamat karena licik—entah.” ~ Rossihan Anwar, Wanapura.
-
Memberinya gelar pahlawan bukan penghormatan; itu penghinaan terhadap korban, sejarah, dan nurani bangsa. Soeharto bukan pahlawan, ia simbol kegagalan moral. Memberikan kehormatan itu sama saja menormalisasi pembantaian, represi, dan korupsi, mengajarkan generasi bahwa penindasan bisa dibenarkan. Bangsa yang masih mempertimbangkan ide ini kehilangan kompas moralnya dan mengkhianati masa depan rakyatnya sendiri. ~ Seteguk Kopi Terakhir di Ngopi Imajiner Abror
-
Keberhasilan Metode Jakarta ini akhirnya diekspor ke seluruh dunia untuk menghancurkan gerakan-gerakan kiri seperti di Vietnam dan di Korea Selatan. "..Keberhasilan pemilu Chile 1970 yang demokratis, juga dirusak oleh CIA yang melakukan psy-war dengan ancaman men-Jakarta-kan Chile dengan kudeta berdarah untuk membunuh presiden. Diikuti Dirty War Argentina (1976) Sama dengan apa yang terjadi di Jakarta-Chile."
-
Jauh sebelum kongres I, pada 1925 Naar de 'Republiek Indonesia' (Menuju Republik Indonesia) karya Tan Malaka diterbitkan di Tokyo, Jepang. Karya itu adalah manifesto tentang negara Indonesia yang bebas dari imperialisme. Tan menulis konsepsinya jauh sebelum konsep Sukarno dalam Indonesia Menggugat (1930) dan Mohammad Hatta dalam Indonesia Vrij (Indonesia Merdeka, 1928).
-
Dalam buku pelajaran "Ngelmu Bumi tahun 1925, disinggung komposisi warga selain keturunan China, juga disebut adanya orang “Timur Asing” alias Vreemde Oosterlingen. Di buku itu dijelaskan (pada Bab Pemerintahan) bahwa Hindia Belanda ditinggali 98% pribumi dan 2% orang manca. Orang manca dibedakan lagi menjadi Orang Eropa (Europanen) dan vreemde oosterlingen. Orang Eropa adalah mereka yang berasal dari Eropa dan orang kristen yang lahir di negara lainnya termasuk orang Jepang. Selain itu Europanen juga termasuk orang Cina dan pribumi beragama Kristen beserta keturunannya. (Seri Tulisan Sejarah Pergerakan ~ Erwin Abdillah, 2025)