Membaca Ulang Kemenangan di Hari Idul Fitri
Jika Idul Fitri dimaknai sebagai kemenangan, maka kemenangan itu seharusnya juga mencakup upaya melawan bentuk-bentuk ketidakadilan tersebut. Kemenangan tidak hanya diukur dari keberhasilan menahan lapar dan dahaga, tetapi juga dari keberanian untuk…
Membebaskan Logika dari Belenggu Mistisisme
Dengan demikian, pembebasan logika dari mistisisme adalah langkah strategis menuju kemerdekaan intelektual, sosial, dan politik. Logika, sains, dan moralitas harus berjalan seiring untuk membentuk masyarakat yang kritis, rasional, dan beradab. Liberasi…
Menjadi Rausyan Fikr: Agama Tidak Pernah Netral dalam Politik Kekuasaan
Pada akhirnya, konsep Rausyan fikr yang ditawarkan Syari’ati bukanlah status sosial atau identitas eksklusif. Ia adalah komitmen yang terus diperbarui. Komitmen untuk belajar, berpikir kritis, dan berpihak pada mereka yang tertindas. Dalam dunia yang…
The Death of Expertise: Mengulas Tulisan Tom Nichols
Pada akhirnya, tantangan terbesar dalam kehidupan publik hari ini adalah menjaga akal sehat di tengah banjir informasi yang tidak semuanya dapat dipertanggungjawabkan. Menghargai kerja pengetahuan bukan berarti menelan mentah-mentah setiap pendapat ahli,…
Dari Sel Rezim Mussolini ke Dunia Hari Ini: Membaca Kembali Warisan Gramsci
Prison Notebooks adalah monumen pikiran yang tidak lahir dari kemenangan, tetapi dari kekalahan yang diolah menjadi refleksi mendalam. Dari isolasi yang nyaris membungkam, Gramsci merumuskan teori yang justru menghidupkan kembali tradisi Marxis dan…
How Democracies Die: Mengulas Tulisan Levitsky dan Ziblatt
Tidak ada demokrasi yang mati dalam satu malam. Tidak ada suara dentuman yang tiba tiba mengumumkan akhir dari sebuah tatanan politik yang selama ini diyakini sebagai cara paling rasional untuk mengelola kekuasaan. Dalam banyak kasus, demokrasi justru…
Membaca Akar Kemunduran Dunia Islam: Analisis Historis Berdasar Gagasan Ahmet T Kuru
Sejarah panjang dunia Islam menunjukkan bahwa peradaban tidak terbentuk dari keseragaman atau dominasi tunggal, tetapi dari dialog antara berbagai tradisi dan disiplin ilmu. Pada masa keemasan dunia Islam tidak menolak pengaruh luar. Mereka menerjemahkan…
Soeharto dan Bayangan Firaun dalam Sejarah Indonesia
Kesamaan pola antara Soeharto dan Fir’aun menunjukkan bahwa wacana pemuliaan Soeharto bukan hanya salah secara politik, tetapi juga bertentangan dengan prinsip-prinsip yang diajarkan Al-Qur’an. Teks suci itu dengan tegas memperingatkan umat manusia untuk…
Ngopi Imajiner Bareng Gus Ipul: Gelar Pahlawan untuk Soeharto
Memberinya gelar pahlawan bukan penghormatan; itu penghinaan terhadap korban, sejarah, dan nurani bangsa. Soeharto bukan pahlawan, ia simbol kegagalan moral. Memberikan kehormatan itu sama saja menormalisasi pembantaian, represi, dan korupsi, mengajarkan…
Hampir Seabad Sumpah Pemuda
Sumpah Pemuda bukan hanya sejarah, ia adalah janji yang belum selesai. Janji untuk terus berpikir, bergerak, dan bersuara. Janji untuk tak sekadar menafsirkan dunia, tapi mengubahnya. (Hamdan Abror - 2025)