• Cerpen - Folklore - Sastra - Sejarah Budaya

    Bundengan Kyai Surung

    Sembari membetulkan pengikat kowangan dari ijuk yang mulai lepas, Kyai Surung berpikir keras, bagaimana caranya mengajak para petani untuk melawan Belanda yang selalu membodohi warga. Sesekali dahinya berkerut, tanda beliau sedang berpikir. Tatapan matanya jauh ke depan, memandang padi yang telah menguning dan sebentar lagi siap dipanen. ~ Tamanna Azmi Azzahra, 2019.

  • Buku - Pergerakan - Sospol - Spiritua

    Membebaskan Logika dari Belenggu Mistisisme

    Dengan demikian, pembebasan logika dari mistisisme adalah langkah strategis menuju kemerdekaan intelektual, sosial, dan politik. Logika, sains, dan moralitas harus berjalan seiring untuk membentuk masyarakat yang kritis, rasional, dan beradab. Liberasi intelektual ini bukan sekadar kebutuhan akademik, tetapi kebutuhan mendesak bagi generasi sekarang agar mampu menghadapi tantangan global, menjaga identitas budaya, dan membangun masa depan yang adil dan sejahtera. Masyarakat yang berpikir kritis akan mampu menilai realitas, mengambil keputusan berbasis fakta, dan menciptakan perubahan yang nyata tanpa terperangkap oleh dogma, mistisisme, atau manipulasi ideologis. ~ Hamdan Abror, 2026.

  • Cerpen - Sastra

    Dunia Tanpa Lupa

    “Aku yakin, bahwa sebenarnya kita bisa tak terbebani akan masa lalu. Kalau lupa itu memang tak ada, tidak mungkin orang akan mengenal kata lupa. Pasti ada orang yang pernah singgah ke dunia kita, atau orang kita yang mampu buat lupa.” ~ Wasito Utomo

  • Buku - Politik - Sastra - Sospol

    Belajar Politik dari Novel Animal Farm

    Awal novel menceritakan tentang tentang asal muasal pemberontakan dan bagaimana Peternakan Binatang dibangun bersama. Pada awalnya semua aturan, tradisi, bahkan pembiasaan (misalnya menyanyikan lagu Binatang Inggris) dilakukan demi pemerataan. Sama rasa, sama strata. Sejak pemerintahan Napoleon, banyak aturan, tradisi dan undang-undang yang diubah, bahkan sejarah dipelintir. ~ Desty Putri Hanifah (2026)

  • Puisi - Sastra

    Ketika Prana Tidak Diizinkan Bernapas

    Dharma melangkah pincang di alun jagat, timbangan condong pada gema kuasa, yang kecil berbaris menunggu takdir, sementara janji berlalu tanpa rupa. Meja musyawarah sarat sabda berkilau, namun ksiti tetap berdebu, aturan dibacakan seperti mantra, tak selalu menjelma raksa. ~ Rehani Putri, 2025

  • Buku - Pergerakan - Spiritua

    Menjadi Rausyan Fikr: Agama Tidak Pernah Netral dalam Politik Kekuasaan

    Pada akhirnya, konsep Rausyan fikr yang ditawarkan Syari’ati bukanlah status sosial atau identitas eksklusif. Ia adalah komitmen yang terus diperbarui. Komitmen untuk belajar, berpikir kritis, dan berpihak pada mereka yang tertindas. Dalam dunia yang semakin kompleks dan penuh kepentingan, pesan Syari’ati tetap sederhana sekaligus radikal. Intelektual sejati adalah mereka yang menyatukan nalar dan tindakan, pengetahuan dan keberanian, serta agama dan perjuangan kemanusiaan. ~ Hamdan Abror, 2025.

  • Cerpen - Sastra

    Bangsaku di Mata Bangsa Lain

    “Itu yang jarang kita curigai, revolusi hijau bertumpu pada empat hal, irigasi, pupuk kimia, pestisida dan varietas unggul. Apa tidak mungkin jika beberapa tahun kemudian mereka menggunakan itu untuk tanaman yang lain? Seperti yang tadi kau katakan, manusia semakin hari semakin serakah.” ~ Wasito Utomo (2011)

  • Cerpen - Folklore - Sastra

    Toh Abang dan Propaganda Jepang,  Latar Takdir Kaito dan Jariyah

    Di daerah perbatasan Magelang, tepatnya di sekitar kawasan Kaliangkrik, seorang prajurit Jepang bernama Kaito mengemban tugas propaganda itu. Pangkatnya di Sendenbu tidak diketahui dengan pasti, namun bisa disetarakan sekelas prajurit satu atau tamtama. Dalam kesehariannya, Kaito yang ramah kerap berinteraksi dengan masyarakat sekitar, termasuk para pedagang pribumi. Salah satu pedagang yang cukup akrab dengan Kaito adalah... ~ Gena Sugito, 2025

  • Cerpen - Folklore - Sastra - Seri

    Surawana, Pendekar Mbejujag dari Lereng Bismo

    Bisa dibilang, Surawana adalah pencuri yang cerdik, hingga sulit untuk ditangkap apalagi banyak cara mencurinya yang misterius. Berkebalikan dengan ketenarannya, ternyata Surawana adalah seorang pemuda bertubuh kecil namun lincah. Berbeda dengan bayangan orang-orang yang menggambarkan Surawana bertubuh kekar dan besar serta menakutkan. Namun apes juga pernah dialami Surawana hingga suatu saat ditangkap.. ~ Wahyu Cahyo Agung (2019)

  • Buku - Pergerakan - Sastra

    Reset Indonesia, Buku yang Membantu Menata Kebijakan, Mulai dari Cara Pikir

    Sudut pandang dari tiga generasi menjadikan judul-judul yang diangkat di buku ini sangat ramah dengan segmen pembaca. Jika disarikan dalam sedikit kata, buku ini mungkin berisi keresahan dan jawaban. Tentunya keempat penulis bukanlah ahli di banyak bidang, namun pengalaman mereka memberikan akses untuk mendapatkan informasi terkait masalah yang mereka lihat secara langsung. ~ Erwin Abdillah, 2025