Membaca Ulang Kemenangan di Hari Idul Fitri
Jika Idul Fitri dimaknai sebagai kemenangan, maka kemenangan itu seharusnya juga mencakup upaya melawan bentuk-bentuk ketidakadilan tersebut. Kemenangan tidak hanya diukur dari keberhasilan menahan lapar dan dahaga, tetapi juga dari keberanian untuk…
Membebaskan Logika dari Belenggu Mistisisme
Dengan demikian, pembebasan logika dari mistisisme adalah langkah strategis menuju kemerdekaan intelektual, sosial, dan politik. Logika, sains, dan moralitas harus berjalan seiring untuk membentuk masyarakat yang kritis, rasional, dan beradab. Liberasi…
Menjadi Rausyan Fikr: Agama Tidak Pernah Netral dalam Politik Kekuasaan
Pada akhirnya, konsep Rausyan fikr yang ditawarkan Syari’ati bukanlah status sosial atau identitas eksklusif. Ia adalah komitmen yang terus diperbarui. Komitmen untuk belajar, berpikir kritis, dan berpihak pada mereka yang tertindas. Dalam dunia yang…
NU di Simpang Kekuasaan: Ketika Risalah Syuriah Membelah Jalan Jam’iyah
Mungkin, krisis hari ini memang harus terjadi. Ia memaksa NU bercermin, menilai dirinya, dan menentukan ulang orientasi zaman. Jika risalah Syuriah adalah alarm, maka konflik ini adalah kesempatan: kesempatan untuk menata ulang hubungan…
Membaca Akar Kemunduran Dunia Islam: Analisis Historis Berdasar Gagasan Ahmet T Kuru
Sejarah panjang dunia Islam menunjukkan bahwa peradaban tidak terbentuk dari keseragaman atau dominasi tunggal, tetapi dari dialog antara berbagai tradisi dan disiplin ilmu. Pada masa keemasan dunia Islam tidak menolak pengaruh luar. Mereka menerjemahkan…
Bermimpi Tentang Masyarakat Madani: Konsepsi Islam, Politik, dan Negara
Tidak ada suatu keharusan bagi seorang Muslim untuk memilih lembaga berlabel Islam, mulai dari kelompok arisan sampai kepala negara. Islami atau tidaknya sebuah lembaga bukan diidentifikasiakan oleh simbol-simbol Islam. Tidak etis apabila sebuah lembaga…