• Cerpen - Folklore - Sastra - Sejarah Budaya

    Bundengan Kyai Surung

    Sembari membetulkan pengikat kowangan dari ijuk yang mulai lepas, Kyai Surung berpikir keras, bagaimana caranya mengajak para petani untuk melawan Belanda yang selalu membodohi warga. Sesekali dahinya berkerut, tanda beliau sedang berpikir. Tatapan matanya jauh ke depan, memandang padi yang telah menguning dan sebentar lagi siap dipanen. ~ Tamanna Azmi Azzahra, 2019.

  • Cerpen - Folklore - Sastra

    Toh Abang dan Propaganda Jepang,  Latar Takdir Kaito dan Jariyah

    Di daerah perbatasan Magelang, tepatnya di sekitar kawasan Kaliangkrik, seorang prajurit Jepang bernama Kaito mengemban tugas propaganda itu. Pangkatnya di Sendenbu tidak diketahui dengan pasti, namun bisa disetarakan sekelas prajurit satu atau tamtama. Dalam kesehariannya, Kaito yang ramah kerap berinteraksi dengan masyarakat sekitar, termasuk para pedagang pribumi. Salah satu pedagang yang cukup akrab dengan Kaito adalah... ~ Gena Sugito, 2025

  • Cerpen - Folklore - Sastra - Seri

    Surawana, Pendekar Mbejujag dari Lereng Bismo

    Bisa dibilang, Surawana adalah pencuri yang cerdik, hingga sulit untuk ditangkap apalagi banyak cara mencurinya yang misterius. Berkebalikan dengan ketenarannya, ternyata Surawana adalah seorang pemuda bertubuh kecil namun lincah. Berbeda dengan bayangan orang-orang yang menggambarkan Surawana bertubuh kekar dan besar serta menakutkan. Namun apes juga pernah dialami Surawana hingga suatu saat ditangkap.. ~ Wahyu Cahyo Agung (2019)

  • Folklore - Sejarah Budaya - Seri

    Windusari Tanpa Pernikahan – Tiga Sastra Lisan dari Wadaslintang Bagian III

    Saya senang mendengar kisah terbaik yang Sutomo pilih malam itu. Windusari yang kehilangan cinta justru menciptakan cinta lebih besar dari apapun sekalipun ia pergi entah kemana. Makamnya kini, kata Tomo, bila berkunjung ke sana pasti dapat cerita tentang gambar sapi putih di batu hitam yang sudah hilang akibat tersambar petir. Setiap Jum’at Kliwon, sapi itu akan mengebuh keras-keras dan jika ada yang mendengar lalu iseng menjawabnya, sapi bakal gila. ~ Rossihan Anwar, Windusari Tanpa Pernikahan.

  • Folklore - Sejarah Budaya - Seri

    Wadaslintang – Tiga Sastra Lisan dari Wadaslintang Bagian II

    Yang paling masyhur, sesepuh Wadaslintang menuturkan betapa berjasa leluhur mereka ikut berontak pajak pada masa Perang Jawa. Hari ini, Dusun Cangkring akan sangat terbuka terhadap berbagai polemik kebenaran cerita ini bahwa pasukan Pangeran Diponegoro terdampar pada 1827. Argumen paling masuk akal adalah rute sebelum pasukan terdampar di Dusun Cangkring. ~ Rossihan Anwar, Wadaslintang.

  • Folklore - Sejarah Budaya - Seri

    Wanapura – Tiga Sastra Lisan dari Wadaslintang Bagian I

    Sutomo berhenti cerita ketika rokok klembak miliknya terberai di permukaan asbak kayu. Tergesa ia meraih segelas air hangat lekas meneguknya sedikit. Kakek usia 77 seperti Tomo terbilang beruntung dari teman-teman seusianya telah mati. Pertama, kerusuhan Pemilu 1955 dan peristiwa 1965-1966. “Saya tidak pernah ikut-ikutan politik,” sambungnya, “atau bisa jadi selamat karena licik—entah.” ~ Rossihan Anwar, Wanapura.