Awal novel menceritakan tentang tentang asal muasal pemberontakan dan bagaimana Peternakan Binatang dibangun bersama. Pada awalnya semua aturan, tradisi, bahkan pembiasaan (misalnya menyanyikan lagu Binatang Inggris) dilakukan demi pemerataan. Sama rasa, sama strata. Sejak pemerintahan Napoleon, banyak aturan, tradisi dan undang-undang yang diubah, bahkan sejarah dipelintir. ~ Desty Putri Hanifah (2026)
-
-
Mungkin, krisis hari ini memang harus terjadi. Ia memaksa NU bercermin, menilai dirinya, dan menentukan ulang orientasi zaman. Jika risalah Syuriah adalah alarm, maka konflik ini adalah kesempatan: kesempatan untuk menata ulang hubungan tradisi–modernitas dalam tubuh NU, kesempatan untuk memperjelas batas antara diplomasi dan kompromi, kesempatan untuk menyaring kembali mana yang barakah dan mana yang hanya gemerlap global. ~ Fairouza, 2025.
-
Prison Notebooks adalah monumen pikiran yang tidak lahir dari kemenangan, tetapi dari kekalahan yang diolah menjadi refleksi mendalam. Dari isolasi yang nyaris membungkam, Gramsci merumuskan teori yang justru menghidupkan kembali tradisi Marxis dan menembus batas abad dua puluh. Karya itu kini menjadi rujukan wajib bagi siapa pun yang ingin memahami bagaimana kekuasaan dipertahankan dan bagaimana ia dapat ditantang. Dalam dunia yang terus berputar di bawah hegemoni baru, gagasan gagasan Gramsci tetap bersinar sebagai panduan untuk membaca kenyataan dan membayangkan masa depan yang lebih adil. ~ Hamdan Abror, 2025.
-
Tidak ada demokrasi yang mati dalam satu malam. Tidak ada suara dentuman yang tiba tiba mengumumkan akhir dari sebuah tatanan politik yang selama ini diyakini sebagai cara paling rasional untuk mengelola kekuasaan. Dalam banyak kasus, demokrasi justru padam seperti api kecil di sudut ruangan yang perlahan kehabisan oksigen. Ia tidak runtuh karena serangan frontal, tetapi melemah dari dalam dirinya sendiri. ~ Hamdan Abror, 2025.
-
Sejarah panjang dunia Islam menunjukkan bahwa peradaban tidak terbentuk dari keseragaman atau dominasi tunggal, tetapi dari dialog antara berbagai tradisi dan disiplin ilmu. Pada masa keemasan dunia Islam tidak menolak pengaruh luar. Mereka menerjemahkan karya Plato, Aristoteles, Galen, dan ilmuwan India serta Persia ke dalam bahasa Arab. Mereka menggabungkan pendekatan rasional dengan tradisi spiritual. Mereka membuka ruang bagi komunitas minoritas seperti Kristen, Yahudi, dan Zoroastrian untuk berkontribusi pada perkembangan ilmu. Keragaman pengetahuan ini adalah sumber kekuatan yang membuat peradaban Islam meluas dari Spanyol hingga Asia Tengah. ~ Hamdan Abror, 2025.
-
Lantas, apa dosa Soeharto terhadap kematian Marsinah? Ia adalah penggerak system yang memberikan otoritas penuh bagi Militer untuk memberangus siapapun yang di anggap bisa memicu ledakan sosial dan membangkitkan suara-suara rakyat. Akibatnya, militer tidak hanya menjadi alat pertahanan negara namun juga pengendalian masyarakat sipil termasuk buruh dan Perempuan. Dalam masa pemerintahannya, Soeharto memfokuskan kegiatan ekonomi kedalam industrialisasi padat karya yang sangat bergantung terhadap tenaga kerja perempuan dengan upah murah. ~ Nabila Dwi Febriyanti, 2025.
-
Kesamaan pola antara Soeharto dan Fir’aun menunjukkan bahwa wacana pemuliaan Soeharto bukan hanya salah secara politik, tetapi juga bertentangan dengan prinsip-prinsip yang diajarkan Al-Qur’an. Teks suci itu dengan tegas memperingatkan umat manusia untuk tidak tunduk kepada tirani, apalagi mengagungkannya. Namun ironisnya, hingga saat ini sebagian besar organisasi keagamaan tidak menunjukkan sikap kritis terhadap penganugerahan tersebut. Diamnya mereka menunjukkan bahwa slogan-slogan keadilan yang sering dikutip belum menjelma menjadi keberanian moral. ~Hamdan Abror, 2025.
-
Metode yang dipakai untuk menghancurkan mereka masih sama, politik pecah belah. Di masa kerajaan, VOC akan condong ke salah satu pihak penerus keraton hingga ia menjadi raja. Lalu memecah belah kekuasaan di daerah bawah. Lalu jika membaca kembali Metode Jakarta, CIA akan mengambil salah satu pihak yang diasuh sebagai anak emas mereka, lalu dilatih dan diluncurkan sebagai pahlawan. Masih sama dengan operasi proksi militer dan operasi ekonomi, semuanya tidak berbeda dengan taktik "Kuda Troya" di kisah mitologi Yunani. ~ Erwin Abdillah, 2025.
-
Romantisme terhadap Soeharto adalah cerminan kelelahan masyarakat kita sendiri. Kita muak dengan politik yang gaduh, elite yang saling berebut kursi, dan janji reformasi yang tak kunjung menyejahterakan rakyat. Dalam kelelahan itu, figur Soeharto tampak seperti “bapak” yang sederhana dan tegas—padahal di baliknya, ada sejarah panjang pembungkaman dan pemusatan kebenaran. Mengagumi tanpa mengingat luka adalah bentuk lain dari amnesia moral. ~Fairouza, 2025.
-
Maka, otopsi ini menemukan bahwa kesadaran generasi kini tidak mati karena stagnasi, tetapi karena asimilasi total. Mereka hidup di dalam kesadaran yang telah diretas, di mana berpikir adalah fungsi yang disimulasikan. “Generasi yang mati sebelum dewasa” adalah mereka yang tidak pernah sempat membangun jarak antara diri dan mesin. Mereka bukan lagi subjek, melainkan output algoritmik. Dalam dunia di mana simulasi telah menelan realitas, satu-satunya bentuk kehidupan yang tersisa adalah residu kesadaran yang terus berputar dalam ekosistem data sebuah post-consciousness existence. ~ A. Nsh