Bapakku pernah berkata, “Sawah ini adalah kitab. Bacalah dengan tanganmu, pahami dengan kakimu.” Namun aku lebih sibuk membaca huruf-huruf di kertas, mengejar gelar, mengejar impian di kota. Sementara sawah, yang seharusnya menjadi warisan, perlahan menjadi asing. ~Anang Bayu Sulistiyo, 2025.