• Pergerakan - Sosial

    Nahdlatul Ulama dari Luar: Mengurai Reaksi Publik

    Pada akhirnya, segala macam dinamika yang terjadi tetaplah menjadi fakta sejarah yang mungkin akan terlupakan atau tetap tercatat dan diingat oleh manusia. Tetapi, proses hari-hari ini ditentukan oleh respon kita yang kemudian berwujud menjadi suatu tindakan. NU tidak akan runtuh hanya karena masalah besar yang menerpa, tetapi justru berasal dari masalah-masalah kecil yang berubah wujud menjadi kebiasaan, menjelma menjadi sesuatu yang lumrah kemudian berubah menjadi karakter yang tidak siap menjawab tantangan zaman. ~ Yoga Aditya L, 2025.

  • Pergerakan - Politik - Sosial - Spiritua

    NU di Simpang Kekuasaan: Ketika Risalah Syuriah Membelah Jalan Jam’iyah

    Mungkin, krisis hari ini memang harus terjadi. Ia memaksa NU bercermin, menilai dirinya, dan menentukan ulang orientasi zaman. Jika risalah Syuriah adalah alarm, maka konflik ini adalah kesempatan: kesempatan untuk menata ulang hubungan tradisi–modernitas dalam tubuh NU, kesempatan untuk memperjelas batas antara diplomasi dan kompromi, kesempatan untuk menyaring kembali mana yang barakah dan mana yang hanya gemerlap global. ~ Fairouza, 2025.

  • Pergerakan - Politik - Sejarah Budaya - Sospol

    NU, Orde Baru, dan Romantisme Kepahlawanan Soeharto: Sebuah Cermin dari Dilema Sejarah

    Romantisme terhadap Soeharto adalah cerminan kelelahan masyarakat kita sendiri. Kita muak dengan politik yang gaduh, elite yang saling berebut kursi, dan janji reformasi yang tak kunjung menyejahterakan rakyat. Dalam kelelahan itu, figur Soeharto tampak seperti “bapak” yang sederhana dan tegas—padahal di baliknya, ada sejarah panjang pembungkaman dan pemusatan kebenaran. Mengagumi tanpa mengingat luka adalah bentuk lain dari amnesia moral. ~Fairouza, 2025.