Pada akhirnya, peran dialog dalam lingkup literasi diperlukan secara penuh untuk mengatasi fenomena matinya kepakaran. Para intelektual dapat mengembangkan dirinya secara eksklusif melalui metode ilmiah yang tidak dikenal publik, tetapi bersifat inklusif dalam proses komunikasi sehingga mampu dipahami oleh publik secara luas. Ketat didalam lingkaran, tetapi luwes ketika diluar. Dan, pemikiran bahwa literasi dapat tumbuh dengan sendirinya tanpa melalui pola yang inklusif harus dikikis habis sehingga masyarakat semakin dekat dengan lingkaran eksklusif kaum intelektual dan pada akhirnya lebur menjadi tanpa sekat yang memisahkan. ~ Yoga Aditya L, 2025.