Jauh sebelum kongres I, pada 1925 Naar de 'Republiek Indonesia' (Menuju Republik Indonesia) karya Tan Malaka diterbitkan di Tokyo, Jepang. Karya itu adalah manifesto tentang negara Indonesia yang bebas dari imperialisme. Tan menulis konsepsinya jauh sebelum konsep Sukarno dalam Indonesia Menggugat (1930) dan Mohammad Hatta dalam Indonesia Vrij (Indonesia Merdeka, 1928).
-
-
Sumpah Pemuda bukan hanya sejarah, ia adalah janji yang belum selesai. Janji untuk terus berpikir, bergerak, dan bersuara. Janji untuk tak sekadar menafsirkan dunia, tapi mengubahnya. (Hamdan Abror - 2025)