Puisi

Pada Suatu Sore di Pundakmu

Pada suatu sore nanti

Bolehkah daguku bertengger pundakmu?

Berjalan menjauhi kota

Mengendarai ujung-ujung indra

 

Berdua saja,

Berdua di sepanjang jeda kemarau

Sembari melihat para buruh menyeka keluh

Mengikuti aturan main kontrak kerja yang menyiksa

 

Berdua saja,

Berdua di sepanjang cuaca yang tampak abu-abu

Sembari melihat para nelayan menggerutu

Melihat kapal-kapal besar merampok ikan dengan kasar

 

Berdua saja,

Berdua di sepanjang hawa dingin pegunungan

Sembari melihat para petani dengan luka di tubuhnya

Melindungi sawah yang dirampas paksa

 

Wsb-2020

Mayaologi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *