Puisi - Sastra

Aku Menghendaki untuk Ada

Aku berjalan dalam hujan
membiarkan tiap tetesnya
menyebut namaku
seperti engkau pernah melakukannya,
pelan, nyaris tak terdengar,
namun cukup untuk membuatku ada.

Hidup, katamu,
hanyalah selembar kertas basah
yang kita coret sesuka hati
sebelum angin menyobeknya.
aku tertawa, sebab aku tahu
kita adalah pena itu sendiri,
dan hujan tak pernah benar-benar
menghapus.

Cinta, bagiku, bukan sekadar
saling menatap
tetapi keberanian menantang sunyi
menyusuri lorong-lorong takdir
dengan langkah yang tak pernah
minta izin pada siapa pun.

Aku memilih untuk ada
bukan karena dunia memanggil
tetapi karena aku menghendakinya.
dan di matamu,
aku menemukan alasan untuk menang,
bukan pada orang lain,
melainkan pada diriku sendiri.

Wonosobo, 3/8/2025
00.14 WIB

***

 

_________________________
Tentang penulis:

Barrā. Seorang penulis muda yang merawat ingatan dan perlawanan melalui cerita. Ia menulis sajak tentang manusia, luka, dan harapan yang tumbuh pelan-pelan di antara keduanya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *