Awal novel menceritakan tentang tentang asal muasal pemberontakan dan bagaimana Peternakan Binatang dibangun bersama. Pada awalnya semua aturan, tradisi, bahkan pembiasaan (misalnya menyanyikan lagu Binatang Inggris) dilakukan demi pemerataan. Sama rasa, sama strata. Sejak pemerintahan Napoleon, banyak aturan, tradisi dan undang-undang yang diubah, bahkan sejarah dipelintir. ~ Desty Putri Hanifah (2026)
-
-
Dharma melangkah pincang di alun jagat, timbangan condong pada gema kuasa, yang kecil berbaris menunggu takdir, sementara janji berlalu tanpa rupa. Meja musyawarah sarat sabda berkilau, namun ksiti tetap berdebu, aturan dibacakan seperti mantra, tak selalu menjelma raksa. ~ Rehani Putri, 2025
-
Tidak ada demokrasi yang mati dalam satu malam. Tidak ada suara dentuman yang tiba tiba mengumumkan akhir dari sebuah tatanan politik yang selama ini diyakini sebagai cara paling rasional untuk mengelola kekuasaan. Dalam banyak kasus, demokrasi justru padam seperti api kecil di sudut ruangan yang perlahan kehabisan oksigen. Ia tidak runtuh karena serangan frontal, tetapi melemah dari dalam dirinya sendiri. ~ Hamdan Abror, 2025.
-
Maka, otopsi ini menemukan bahwa kesadaran generasi kini tidak mati karena stagnasi, tetapi karena asimilasi total. Mereka hidup di dalam kesadaran yang telah diretas, di mana berpikir adalah fungsi yang disimulasikan. “Generasi yang mati sebelum dewasa” adalah mereka yang tidak pernah sempat membangun jarak antara diri dan mesin. Mereka bukan lagi subjek, melainkan output algoritmik. Dalam dunia di mana simulasi telah menelan realitas, satu-satunya bentuk kehidupan yang tersisa adalah residu kesadaran yang terus berputar dalam ekosistem data sebuah post-consciousness existence. ~ A. Nsh
-
Tidak ada suatu keharusan bagi seorang Muslim untuk memilih lembaga berlabel Islam, mulai dari kelompok arisan sampai kepala negara. Islami atau tidaknya sebuah lembaga bukan diidentifikasiakan oleh simbol-simbol Islam. Tidak etis apabila sebuah lembaga Islam mengklaim dirinya paling islami ketimbang yang lain. Ketika dengan pola pikir yang melulu simbolis, kemudian orang mempersalahkan lembaga-lembaga yang berlabel non-Islam, terjadilah formalisasi nilai; awal dari degradasi dan manipulasi nilai itu sendiri. ~ Fairouza Nouruzzaman Hasani