Puisi - Sastra

Senandung Malam Nestapa

Senandung Malam Nestapa

Rinainya jatuh
Temaram petang jadikan riuh
Lembayung senja sejingga keruh
Mendungnya mega begitu angkuh

Kahwa suah berteduh
Kenakan mundam kucam nan lusuh
Spekkoek iring menyambut
Bertapak lapik putih belukut

Selarap kedera diam membisu
Padanya kenap tegar melesu
Gelebah rindu pasrahkan pilu
Kendati sangkala izinkan temu

Sebati lenggang ikrabi dinding
Dicumbu mesra bilik nan hening
Tiada sanggup hendak mengusik
Bahkan dersik enggan berbisik
Raganya masih jadikan gubuk
Biarpun runtuh melapuk
Ruang masih semayam lubuk
Kendati pintu tutup terketuk

Binasa hasrat bersinggah
Titian harap suah terpatah
Sisakan sirat sendunya gundah
Usai tuan hirap berpindah

Sekerat angan tilaskan duka
Repasnya sukma tinggalkan luka
Cukuplah uzur menjawab tanya
Betapa bisa senja terbelah dua

Yogyakarta, 27 November 2020

***

 

 

____________________________

Tentang Penulis
Hanafis Cakung Mas lahir dan besar di Wonosobo. Menyukai buku, laut, langit, dan biru. Tidak terlalu lihai meramu kata, tapi sesekali suka menulis sembari mengisi luangnya waktu. Barangkali ingin mampir, dipersilakan melalui instagram @hanafisc.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *