• Sosial - Sospol

    Sebelum Matinya Kepakaran: Bagaimana Intelektual Gagal Berkomunikasi

    Pada akhirnya, peran dialog dalam lingkup literasi diperlukan secara penuh untuk mengatasi fenomena matinya kepakaran. Para intelektual dapat mengembangkan dirinya secara eksklusif melalui metode ilmiah yang tidak dikenal publik, tetapi bersifat inklusif dalam proses komunikasi sehingga mampu dipahami oleh publik secara luas. Ketat didalam lingkaran, tetapi luwes ketika diluar. Dan, pemikiran bahwa literasi dapat tumbuh dengan sendirinya tanpa melalui pola yang inklusif harus dikikis habis sehingga masyarakat semakin dekat dengan lingkaran eksklusif kaum intelektual dan pada akhirnya lebur menjadi tanpa sekat yang memisahkan. ~ Yoga Aditya L, 2025.

  • Buku

    The Death of Expertise: Mengulas Tulisan Tom Nichols

    Pada akhirnya, tantangan terbesar dalam kehidupan publik hari ini adalah menjaga akal sehat di tengah banjir informasi yang tidak semuanya dapat dipertanggungjawabkan. Menghargai kerja pengetahuan bukan berarti menelan mentah-mentah setiap pendapat ahli, tetapi menimbang argumen dengan jernih dan memahami proses panjang yang membuat suatu pengetahuan bisa dipercaya. Ketika masyarakat mampu menempatkan diri secara proporsional, tidak anti-keahlian tetapi juga tidak taklid, ruang diskusi dapat kembali berfungsi sebagai tempat mencari jalan keluar, bukan arena saling mengungguli tanpa dasar. Dengan sikap seperti itu, keputusan bersama dapat diambil dengan lebih matang dan kehidupan publik bergerak dengan arah yang lebih pasti. ~ Hamdan Abror, 2025.

  • Ajar - Sospol

    Pentingnya Mengubah Kurikulum yang Future Proof Sesuai Era Digital

    Dari kacamata Teknologi Pendidikan, kurikulum kita berada dalam paradoks yang membahayakan. Kita masih terjebak pada model transmisi pengetahuan era industri lama, di mana keberhasilan diukur dari seberapa banyak fakta yang bisa dihafal. Sementara itu, kemampuan yang sesungguhnya dibutuhkan di Abad ke-21 seperti pemecahan masalah kompleks, berpikir kritis, kreativitas, dan literasi data justru terpinggirkan. ~ Hendra Susanto 2025

  • Ajar - Sosial - Sospol

    Membangun Generasi Tangguh di Era Digital: Urgensi Computational Thinking dalam Kurikulum Nasional

    Pola pikir komputasional dapat menumbuhkan karakter siswa yang lebih tangguh dan adaptif. Di dunia nyata, masalah jarang sekali muncul dalam bentuk sederhana. Sering kali, seseorang harus menghadapi situasi kompleks yang tidak memiliki satu jawaban pasti. Dengan terbiasa menganalisis masalah secara terstruktur, siswa akan lebih percaya diri menghadapi tantangan. Mereka tidak mudah menyerah ketika menemui hambatan, karena mereka memiliki cara berpikir yang membantu mereka memetakan masalah, merumuskan alternatif solusi, dan menguji langkah-langkah yang paling efektif. ~ Dian Asmarajati, 2025

  • Cerpen - Sastra

    LATAH

    Bodoh, ia lupa kepada kedua orang tuanya, bapaknya bukan orang yang lahir dari keluarga kaya, tapi ibunya tetap bersedia menjadi pendamping bapaknya, mendampingi menghadapi hidup yang serba susah. Sukur tak pernah berpikir untuk mendapatkan istri macam ibunya. Barangkali di mata Sukur, ibunyalah yang bodoh, mau saja menjadi istri orang miskin. ~ Wasito Utomo, 2013

  • Pergerakan - Sosial

    Nahdlatul Ulama dari Luar: Mengurai Reaksi Publik

    Pada akhirnya, segala macam dinamika yang terjadi tetaplah menjadi fakta sejarah yang mungkin akan terlupakan atau tetap tercatat dan diingat oleh manusia. Tetapi, proses hari-hari ini ditentukan oleh respon kita yang kemudian berwujud menjadi suatu tindakan. NU tidak akan runtuh hanya karena masalah besar yang menerpa, tetapi justru berasal dari masalah-masalah kecil yang berubah wujud menjadi kebiasaan, menjelma menjadi sesuatu yang lumrah kemudian berubah menjadi karakter yang tidak siap menjawab tantangan zaman. ~ Yoga Aditya L, 2025.

  • Pergerakan - Politik - Sosial - Spiritua

    NU di Simpang Kekuasaan: Ketika Risalah Syuriah Membelah Jalan Jam’iyah

    Mungkin, krisis hari ini memang harus terjadi. Ia memaksa NU bercermin, menilai dirinya, dan menentukan ulang orientasi zaman. Jika risalah Syuriah adalah alarm, maka konflik ini adalah kesempatan: kesempatan untuk menata ulang hubungan tradisi–modernitas dalam tubuh NU, kesempatan untuk memperjelas batas antara diplomasi dan kompromi, kesempatan untuk menyaring kembali mana yang barakah dan mana yang hanya gemerlap global. ~ Fairouza, 2025.

  • Buku - Politik - Sosial

    Dari Sel Rezim Mussolini ke Dunia Hari Ini: Membaca Kembali Warisan Gramsci

    Prison Notebooks adalah monumen pikiran yang tidak lahir dari kemenangan, tetapi dari kekalahan yang diolah menjadi refleksi mendalam. Dari isolasi yang nyaris membungkam, Gramsci merumuskan teori yang justru menghidupkan kembali tradisi Marxis dan menembus batas abad dua puluh. Karya itu kini menjadi rujukan wajib bagi siapa pun yang ingin memahami bagaimana kekuasaan dipertahankan dan bagaimana ia dapat ditantang. Dalam dunia yang terus berputar di bawah hegemoni baru, gagasan gagasan Gramsci tetap bersinar sebagai panduan untuk membaca kenyataan dan membayangkan masa depan yang lebih adil. ~ Hamdan Abror, 2025.

  • Buku - Politik - Sosial

    How Democracies Die: Mengulas Tulisan Levitsky dan Ziblatt

    Tidak ada demokrasi yang mati dalam satu malam. Tidak ada suara dentuman yang tiba tiba mengumumkan akhir dari sebuah tatanan politik yang selama ini diyakini sebagai cara paling rasional untuk mengelola kekuasaan. Dalam banyak kasus, demokrasi justru padam seperti api kecil di sudut ruangan yang perlahan kehabisan oksigen. Ia tidak runtuh karena serangan frontal, tetapi melemah dari dalam dirinya sendiri. ~ Hamdan Abror, 2025.

  • Puisi - Sastra

    Ziarah Tembuni

    Bukit masih mengisyaratkan hujan / Ketika langit semakin tua / Mengandung uap musim jagat yang renta / Sedang aku memanggil dari tahun-tahun yang aman / Dari tanah yang memelihara para tualang. ~ Yona Al'ainaa, Ziarah Tembuni, 2025