Jika kamu masih melihat sisi bonafit Kabupaten Gresik, kamu harus tahu bahwa warga lokal, pedagang kaki lima, atau pekerja swasta lainnya banyak yang tidak bergaji lima juta rupiah. Mereka menghirup racun yang sama, menghadapi risiko ISPA atau TBC yang sama, cuma bedanya sandaran ekonominya berbeda. Tapi bicara soal kesehatan, rasa-rasanya hidup di Gresik tidak hanya berpotensi terkena penyakit paru-paru. ~ Mohammad Mukarom, 2025.
-
-
Dharma melangkah pincang di alun jagat, timbangan condong pada gema kuasa, yang kecil berbaris menunggu takdir, sementara janji berlalu tanpa rupa. Meja musyawarah sarat sabda berkilau, namun ksiti tetap berdebu, aturan dibacakan seperti mantra, tak selalu menjelma raksa. ~ Rehani Putri, 2025
-
Kesejahteraan petani bukan hanya isu sektoral, melainkan indikator moral bagi arah pembangunan itu sendiri. Ketika petani penjaga pangan dan alam hidup dalam kemiskinan, maka yang sesungguhnya gagal bukan mereka, melainkan sistem yang mengklaim diri sebagai pembangunan. Pembangunan yang tercerabut dari keadilan sosial hanyalah kemajuan semu. Kemiskinan petani bukanlah takdir alamiah, melainkan hasil dari pilihan ideologis dan struktural, pilihan untuk memihak pasar daripada keadilan, akumulasi daripada desentralisasi, dan stabilitas semu daripada kesejahteraan riil. ~ Ahmadnsh, 2025.
-
Brignull menyatakan bahwa dark pattern merupakan trik yang digunakan aplikasi agar pengguna melakukan sesuatu yang sebenarnya tidak dimaksudkannya, misalnya membeli atau mendaftar untuk sesuatu dalam aplikasi. Jadi pada dasarnya, dark pattern merupakan suatu strategi yang digunakan untuk mempengaruhi pengguna mengambil sebuah keputusan untuk melakukan sesuatu yang seharusnya tidak ia lakukan. ~ Harry Brignull (2010)
-
Pada akhirnya, konsep Rausyan fikr yang ditawarkan Syari’ati bukanlah status sosial atau identitas eksklusif. Ia adalah komitmen yang terus diperbarui. Komitmen untuk belajar, berpikir kritis, dan berpihak pada mereka yang tertindas. Dalam dunia yang semakin kompleks dan penuh kepentingan, pesan Syari’ati tetap sederhana sekaligus radikal. Intelektual sejati adalah mereka yang menyatukan nalar dan tindakan, pengetahuan dan keberanian, serta agama dan perjuangan kemanusiaan. ~ Hamdan Abror, 2025.
-
“Itu yang jarang kita curigai, revolusi hijau bertumpu pada empat hal, irigasi, pupuk kimia, pestisida dan varietas unggul. Apa tidak mungkin jika beberapa tahun kemudian mereka menggunakan itu untuk tanaman yang lain? Seperti yang tadi kau katakan, manusia semakin hari semakin serakah.” ~ Wasito Utomo (2011)
-
Di daerah perbatasan Magelang, tepatnya di sekitar kawasan Kaliangkrik, seorang prajurit Jepang bernama Kaito mengemban tugas propaganda itu. Pangkatnya di Sendenbu tidak diketahui dengan pasti, namun bisa disetarakan sekelas prajurit satu atau tamtama. Dalam kesehariannya, Kaito yang ramah kerap berinteraksi dengan masyarakat sekitar, termasuk para pedagang pribumi. Salah satu pedagang yang cukup akrab dengan Kaito adalah... ~ Gena Sugito, 2025
-
Bisa dibilang, Surawana adalah pencuri yang cerdik, hingga sulit untuk ditangkap apalagi banyak cara mencurinya yang misterius. Berkebalikan dengan ketenarannya, ternyata Surawana adalah seorang pemuda bertubuh kecil namun lincah. Berbeda dengan bayangan orang-orang yang menggambarkan Surawana bertubuh kekar dan besar serta menakutkan. Namun apes juga pernah dialami Surawana hingga suatu saat ditangkap.. ~ Wahyu Cahyo Agung (2019)
-
Sudut pandang dari tiga generasi menjadikan judul-judul yang diangkat di buku ini sangat ramah dengan segmen pembaca. Jika disarikan dalam sedikit kata, buku ini mungkin berisi keresahan dan jawaban. Tentunya keempat penulis bukanlah ahli di banyak bidang, namun pengalaman mereka memberikan akses untuk mendapatkan informasi terkait masalah yang mereka lihat secara langsung. ~ Erwin Abdillah, 2025
-
Pada akhirnya, peran dialog dalam lingkup literasi diperlukan secara penuh untuk mengatasi fenomena matinya kepakaran. Para intelektual dapat mengembangkan dirinya secara eksklusif melalui metode ilmiah yang tidak dikenal publik, tetapi bersifat inklusif dalam proses komunikasi sehingga mampu dipahami oleh publik secara luas. Ketat didalam lingkaran, tetapi luwes ketika diluar. Dan, pemikiran bahwa literasi dapat tumbuh dengan sendirinya tanpa melalui pola yang inklusif harus dikikis habis sehingga masyarakat semakin dekat dengan lingkaran eksklusif kaum intelektual dan pada akhirnya lebur menjadi tanpa sekat yang memisahkan. ~ Yoga Aditya L, 2025.