• Agroekologi - Sospol

    Simpang Jalan atau Salah Jalan?: Kritik Atas Tulisan Paradoks Kesejahteraan Petani Wonosobo

    Saya merasakan keresahan atas diri banyak penulis di Wonosobo yang gemar melakukan kutipan dari perspektif agama tetapi terkadang tidak tuntas dalam membahas sesuatu hal secara historis, analitik dan komprehensif. Mengutip pernyataan Nurcholis Madjid di majalah Prisma (1982) yang resah karena kebanyakan pemikir Islam lebih gemar menjadikan Islam sebagai suatu perspektif semata tetapi dalam memahami persoalan terkadang tidak ketat dan tidak selesai. Perspektif agama bukanlah andalan, tetapi justru sistem agama dalam menghadapi berbagai masalah harus mampu mengatasi secara konkret. Mengikuti alur berpikir Karl Polanyi, agama dalam bentuk institusi sosial harus mampu menjawab tantangan dan masalah bukan sekadar seperti korektor ujian yang…

  • Sosial - Sospol

    ‎Lupakan Soal Gaji Rp5 Juta, Kamu Harus Tahu Sisi Gelap Kabupaten Gresik

    Jika kamu masih melihat sisi bonafit Kabupaten Gresik, kamu harus tahu bahwa warga lokal, pedagang kaki lima, atau pekerja swasta lainnya banyak yang tidak bergaji lima juta rupiah. Mereka menghirup racun yang sama, menghadapi risiko ISPA atau TBC yang sama, cuma bedanya sandaran ekonominya berbeda. Tapi bicara soal kesehatan, rasa-rasanya hidup di Gresik tidak hanya berpotensi terkena penyakit paru-paru. ~ Mohammad Mukarom, 2025.

  • Puisi - Sastra

    Ketika Prana Tidak Diizinkan Bernapas

    Dharma melangkah pincang di alun jagat, timbangan condong pada gema kuasa, yang kecil berbaris menunggu takdir, sementara janji berlalu tanpa rupa. Meja musyawarah sarat sabda berkilau, namun ksiti tetap berdebu, aturan dibacakan seperti mantra, tak selalu menjelma raksa. ~ Rehani Putri, 2025

  • Agroekologi

    Paradoks Kesejahteraan Petani Wonosobo

    Kesejahteraan petani bukan hanya isu sektoral, melainkan indikator moral bagi arah pembangunan itu sendiri. Ketika petani penjaga pangan dan alam hidup dalam kemiskinan, maka yang sesungguhnya gagal bukan mereka, melainkan sistem yang mengklaim diri sebagai pembangunan. Pembangunan yang tercerabut dari keadilan sosial hanyalah kemajuan semu. Kemiskinan petani bukanlah takdir alamiah, melainkan hasil dari pilihan ideologis dan struktural, pilihan untuk memihak pasar daripada keadilan, akumulasi daripada desentralisasi, dan stabilitas semu daripada kesejahteraan riil. ~ Ahmadnsh, 2025.

  • Sosial - Sospol

    Dark Pattern: Cara Halus Mengatur Pengguna Aplikasi

    Brignull menyatakan bahwa dark pattern merupakan trik yang digunakan aplikasi agar pengguna melakukan sesuatu yang sebenarnya tidak dimaksudkannya, misalnya membeli atau mendaftar untuk sesuatu dalam aplikasi. Jadi pada dasarnya, dark pattern merupakan suatu strategi yang digunakan untuk mempengaruhi pengguna mengambil sebuah keputusan untuk melakukan sesuatu yang seharusnya tidak ia lakukan. ~ Harry Brignull (2010)

  • Buku - Pergerakan - Spiritua

    Menjadi Rausyan Fikr: Agama Tidak Pernah Netral dalam Politik Kekuasaan

    Pada akhirnya, konsep Rausyan fikr yang ditawarkan Syari’ati bukanlah status sosial atau identitas eksklusif. Ia adalah komitmen yang terus diperbarui. Komitmen untuk belajar, berpikir kritis, dan berpihak pada mereka yang tertindas. Dalam dunia yang semakin kompleks dan penuh kepentingan, pesan Syari’ati tetap sederhana sekaligus radikal. Intelektual sejati adalah mereka yang menyatukan nalar dan tindakan, pengetahuan dan keberanian, serta agama dan perjuangan kemanusiaan. ~ Hamdan Abror, 2025.

  • Cerpen - Sastra

    Bangsaku di Mata Bangsa Lain

    “Itu yang jarang kita curigai, revolusi hijau bertumpu pada empat hal, irigasi, pupuk kimia, pestisida dan varietas unggul. Apa tidak mungkin jika beberapa tahun kemudian mereka menggunakan itu untuk tanaman yang lain? Seperti yang tadi kau katakan, manusia semakin hari semakin serakah.” ~ Wasito Utomo (2011)

  • Cerpen - Folklore - Sastra

    Toh Abang dan Propaganda Jepang,  Latar Takdir Kaito dan Jariyah

    Di daerah perbatasan Magelang, tepatnya di sekitar kawasan Kaliangkrik, seorang prajurit Jepang bernama Kaito mengemban tugas propaganda itu. Pangkatnya di Sendenbu tidak diketahui dengan pasti, namun bisa disetarakan sekelas prajurit satu atau tamtama. Dalam kesehariannya, Kaito yang ramah kerap berinteraksi dengan masyarakat sekitar, termasuk para pedagang pribumi. Salah satu pedagang yang cukup akrab dengan Kaito adalah... ~ Gena Sugito, 2025

  • Cerpen - Folklore - Sastra - Seri

    Surawana, Pendekar Mbejujag dari Lereng Bismo

    Bisa dibilang, Surawana adalah pencuri yang cerdik, hingga sulit untuk ditangkap apalagi banyak cara mencurinya yang misterius. Berkebalikan dengan ketenarannya, ternyata Surawana adalah seorang pemuda bertubuh kecil namun lincah. Berbeda dengan bayangan orang-orang yang menggambarkan Surawana bertubuh kekar dan besar serta menakutkan. Namun apes juga pernah dialami Surawana hingga suatu saat ditangkap.. ~ Wahyu Cahyo Agung (2019)

  • Buku - Pergerakan - Sastra

    Reset Indonesia, Buku yang Membantu Menata Kebijakan, Mulai dari Cara Pikir

    Sudut pandang dari tiga generasi menjadikan judul-judul yang diangkat di buku ini sangat ramah dengan segmen pembaca. Jika disarikan dalam sedikit kata, buku ini mungkin berisi keresahan dan jawaban. Tentunya keempat penulis bukanlah ahli di banyak bidang, namun pengalaman mereka memberikan akses untuk mendapatkan informasi terkait masalah yang mereka lihat secara langsung. ~ Erwin Abdillah, 2025