Pemuda pada satu sisi dituntut untuk meneladani peristiwa masa lalu secara reflektif, dituntut untuk menyelesaikan problem hari ini serta membayangkan dan mengusahakan suatu masa depan yang lebih baik. Meskipun manusia pada dasarnya retak, tetapi pada kondisi pemuda diperlukan analisis yang khusus. Retakan yang timbul akibat pertarungan antara narasi, realitas dan imajinasi membentuk pemuda menjadi tiga golongan. ~Yoga Aditya
-
-
Mungkin, seperti kata lagu itu, berkhayal adalah cara paling manusiawi untuk tetap hidup di dunia yang sudah terlalu keras. dan sebelum keluar menembus panasnya jalanan dan segala berita buruk yang akan datang hari ini, aku menulis kalimat ini di buku catatan: "Kadang aku berkhayal, dan itu satu-satunya hal yang membuatku tetap bertahan". ~ Gorila Coklat
-
Tidak ada suatu keharusan bagi seorang Muslim untuk memilih lembaga berlabel Islam, mulai dari kelompok arisan sampai kepala negara. Islami atau tidaknya sebuah lembaga bukan diidentifikasiakan oleh simbol-simbol Islam. Tidak etis apabila sebuah lembaga Islam mengklaim dirinya paling islami ketimbang yang lain. Ketika dengan pola pikir yang melulu simbolis, kemudian orang mempersalahkan lembaga-lembaga yang berlabel non-Islam, terjadilah formalisasi nilai; awal dari degradasi dan manipulasi nilai itu sendiri. ~ Fairouza Nouruzzaman Hasani
-
Keberhasilan Metode Jakarta ini akhirnya diekspor ke seluruh dunia untuk menghancurkan gerakan-gerakan kiri seperti di Vietnam dan di Korea Selatan. "..Keberhasilan pemilu Chile 1970 yang demokratis, juga dirusak oleh CIA yang melakukan psy-war dengan ancaman men-Jakarta-kan Chile dengan kudeta berdarah untuk membunuh presiden. Diikuti Dirty War Argentina (1976) Sama dengan apa yang terjadi di Jakarta-Chile."
-
Jauh sebelum kongres I, pada 1925 Naar de 'Republiek Indonesia' (Menuju Republik Indonesia) karya Tan Malaka diterbitkan di Tokyo, Jepang. Karya itu adalah manifesto tentang negara Indonesia yang bebas dari imperialisme. Tan menulis konsepsinya jauh sebelum konsep Sukarno dalam Indonesia Menggugat (1930) dan Mohammad Hatta dalam Indonesia Vrij (Indonesia Merdeka, 1928).
-
~ Berdua di sepanjang hawa dingin pegunungan Sembari melihat para petani dengan luka di tubuhnya Melindungi sawah yang dirampas paksa (Jalang Kiri, 2020)
-
Dalam buku pelajaran "Ngelmu Bumi tahun 1925, disinggung komposisi warga selain keturunan China, juga disebut adanya orang “Timur Asing” alias Vreemde Oosterlingen. Di buku itu dijelaskan (pada Bab Pemerintahan) bahwa Hindia Belanda ditinggali 98% pribumi dan 2% orang manca. Orang manca dibedakan lagi menjadi Orang Eropa (Europanen) dan vreemde oosterlingen. Orang Eropa adalah mereka yang berasal dari Eropa dan orang kristen yang lahir di negara lainnya termasuk orang Jepang. Selain itu Europanen juga termasuk orang Cina dan pribumi beragama Kristen beserta keturunannya. (Seri Tulisan Sejarah Pergerakan ~ Erwin Abdillah, 2025)
-
Sumpah Pemuda bukan hanya sejarah, ia adalah janji yang belum selesai. Janji untuk terus berpikir, bergerak, dan bersuara. Janji untuk tak sekadar menafsirkan dunia, tapi mengubahnya. (Hamdan Abror - 2025)
-
Tempat-tempat itu akan berubah, atau tetap seperti adanya; tak ada artinya jika semua itu tak pernah kau ketahui. Lihat tanda api di tanganmu! Lihat tuahmu! Tidakkah semua hal berjalan seperti apa yang kau ingin lihat? Sekarang, apa yang kau inginkan? Apa maumu, Pengeluh? (Mangmang ~ Agus Wepe 2025)